Showing posts with label Dhani. Show all posts
Showing posts with label Dhani. Show all posts

23 March 2011

Dituding Rekayasa Bom Buku, Ahmad Dhani Dilaporkan ke Polisi


Dhani (Komario/detikhot) JakartaMusisi Ahmad Dhani dituding merekayasa paket bom buku yang dikirimkan ke studionya pada 15 Maret 2011 lalu. Bos Republik Cinta Management (RCM) itu akhirnya dilaporkan ke Polda Metro Jaya.

"Ini hanya akal-akalan Ahmad Dhani, apalagi bom lagi merebak dan bisa saja ini akal-akalan dia saja," ujar aktivis LSM Hajar Indonesia Anwar Sadat SH usai melaporkan Dhani di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (21/3/2011).

Sebelumnya, Dhani dikirimi bom terkait simbol-simbol Yahudi yang kerap dipakainya. Namun menurut pihak LSM Hajar, hal tersebut tidak bisa dijadikan alasan.

"Belum tentu juga untuk menganalisa seperti itu dan ada kemungkinan ini hanya kerjaan anak buahnya saja," lanjutnya.

Anwar dan kawan-kawannya mengaku punya bukti otentik terkait tudingan rekayasa bom tersebut. Ia meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus yang menurutnya sangat meresahkan masyarakat itu.

(nu2/mmu)





View the Original article
Continue Reading »

Polisi Diminta Bongkar 'Aksi Sensasi Liar' Ahmad Dhani


Ahmad Dhani (komario/detikhot) JakartaLSM Hajar Indonesia menuding Ahmad Dhani telah merekayasa soal paket bom buku yang dikirimkan ke studionya beberapa waktu yang lalu. Mereka pun minta pihak kepolisian untuk membongkar apa yang mereka sebut "aksi sensasi liar" Dhani itu.

Hal itu diungkapkan oleh salah satu pengurus LSM tersebut, Anwar Sadat dalam surat pernyataan saat ditemui usai melaporkan Dhani di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (21/3/2011). Berikut isi surat pernyataan LSM Hajar terkait kasus Dhani.

Bahwa kami meminta kepada pihak kepolisian untuk menyelidiki kasus bom buku secara tuntas yang dikirim dari pengirim bom yang mengatasnamakan Alamsyah Muhtar beralamat di Jalan Darmaga Nomor 21, Bogor, Jawa Barat, yang ditujukan kepada musisi Ahmad Dhani. Kami menganggap bahwa paket tersebut rekayasa dan hanya sensasi Ahmad Dhani dan orang-orangnya saja.

Densus 88 dan tim Gegana tidak akan pernah dapat mengungkap rantai pengirim paket bom ke rumah musisi Ahmad Dhani karena paket tersebut adalah rekayasa dan hanya sensasi Ahmad Dhani dan bongkar aksi sensasi liar Ahmad Dhani karena tidak ada kaitannya bom buku dengan Ahmad Dhani dan hanya akal-akalan dari pihak Ahmad Dhani beserta orang-orangnya untuk dapat meningkatkan popularitas.

Kami selaku LSM Hajar Indonesia, sangat mendesak pihak kapolri dan Kapolda serta seluruh jajaran kepolisian yang terkait untuk dapat mengusut dan menyelidiki kasus bom yang diberikan kepada Ahmad Dhani yang hanya mencari sensasi untuk meningkatkan popularitas semata karena dinilai sudah sangat meresahkan masyarakat.

Atas Nama

Anwar Sadat, SH

Aktivis LSM Hajar Indonesia


(hkm/mmu)





View the Original article
Continue Reading »

20 March 2011

Ahmad Dhani Mengaku Diprovokasi

Ahmad Dhani (Foto: Isna)

Ahmad Dhani merasa pantas melaporkan penulis buku Fakta dan Data Yahudi di Indonesia, Ridwan Saidi dan Rizky Ridyasmara. Atas tulisan mereka itu, Dhani merasa ada upaya pembunuhan karakter dan juga pembunuhan sebenarnya terhadap dirinya.
 
"Memang itu pembunuhan karakter dan saya tidak terlalu menanggapi. Tapi pada saat percobaan pembunuhan sesungguhnya (dikirimi bom), saya tidak bisa tinggal diam. Apalagi dibunuh dengan alasan yang ngawur, kecuali saya memang benar penyebar aliran sesat, enggak masalah," ujar Dhani usai diperiksa di Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jumat (18/3).
 
Selain melaporkan sang penulis, Dhani juga menjalani pemeriksaan selama lebih dari empat jam terkait bom buku yang dikirimkan ke studio musik miliknya di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (15/3). Kepada penyidik, ia pun menceritakan semua yang hal yang dirasa menjadi pemicu teroris itu membidiknya.
 
"Selain buku itu, ada juga 8 video di youtube yang memprovokasi bahwa saya agen Yahudi, agen Zionis dan agen Israel. Masalah itu perlu saya dilaporkan," kata musisi asal Surabaya itu.
 
Lalu adakah keinginannya untuk menemui langsung kedua penulis itu? "Enggak perlu, yang pasti penulisnya hampir membuat saya terbunuh," tegas mantan suami Maia Estianty ini.
Isna



View the Original article
Continue Reading »

Maia Estianty Imbau Dhani Tak Membalas Kiriman Bom

Maia Estianty (Foto: Isna)

Maia Estianty menilai isu SARA yang menimpa mantan suaminya itu sangat rentan terjadi di negara ini. Ia menghimbau agar Dhani tak terpancing.
 
"Memang yang sangat mudah diprovokasi masalah SARA. Cuma jangan sampai terpancing teror ini dan membalas. Aku berharap berhenti lah, walaupun aku dan mantan suami sudah tidak silahturahmi," kata penggagas duo Ratu ini saat ditemui di rumahnya di kawasan Jatipadang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (17/3) malam.
 
Maia tak hanya menyayangkan teror ini secara personal. Ia prihatin maraknya ancaman bom ini bisa merusak citra Indonesia di mata internasional. "Negara ini bukan negara teroris, banyak orang kecewa. Orang bule jadi takut datang ke sini. Dulu kan sempat sudah aman tapi ternyata sekarang kembali lagi (marak)," kata janda tiga orang anak ini.
 
Maia berdoa agar teroris itu dibukakan hatinya. Ia menghimbau agar kita saling menghormati. "Kalau begini terus, mau dibawa kemana mental negara kita. Ini sangat memalukan orang Indonesia," tegasnya.
 Isna



View the Original article
Continue Reading »

Ahmad Dhani Diteror, Maia Estianty Dapat Petunjuk

Maia Estianty (Foto: Isna)

Hak asuh anak masih menjadi masalah di antara Maia Estianty dan Ahmad Dhani. Meski Mahkamah Agung sudah menolak permohonan Dhani untuk mengasuh ketiga putra mereka, Maia tak kunjung bisa mendapatkan anak-anaknya.
 
Dengan adanya ancaman teror bom yang diterima Dhani, penggagas duo Ratu ini semakin ingin mengajak Al, El, dan Dul tinggal bersamanya. "Saya sih berharap Mas Dhani berpikir bijaksana, anak-anak disuruh ke rumah ibunya dulu. Tapi kalau enggak juga ya silakan, cuma tolong jagain anak-anak," tutur musisi mantan teman duet Mulan Jameela ini.
 
Maia khawatir teror-teror sejenis akan lebih sering mampir lagi ke rumah Dhani. Ia tak ingin psikologis anak-anaknya terganggu. "Jangan sampai (teror) menjadi hal yang biasa. Keadaan ini sangat tidak baik," cetusnya.
 
Masih terkait soal hak asuh anak, Maia tak ingin mengambilnya secara paksa dari Dhani. Ia ingin mantan suaminya itu secara sukarela menyerahkannya. "Dari awal aku udah ngomong kalau (hak asuh) anak-anak mutlak ke saya, hak ibu. Tapi hak itu saya serahkan ke Allah. (Teror bom) Ini mungkin salah satu petunjuk agar anak-anak bisa tinggal sama aku," tutur Maia yang tetap berharap mantan suaminya itu tak mendapat ancaman bom lagi.
Isna



View the Original article
Continue Reading »

Ahmad Dhani Resah Ibunya Dicap Jelek

Ahmad Dhani (Foto: Isna)

Ahmad Dhani merasa tak pernah diwawancara oleh Ridwan Saidi dan Rizky Ridyasmara, dua penulis buku Fakta dan Data Yahudi di Indonesia. Dhani merasa difitnah dan dicemarkan nama baik keluarganya.
 
"Dulu (awal buku itu terbit) keluarga saya, mama, dan om-om saya pernah mau melaporkan karena berita fitnah keberadaan kakek (seorang Yahudi) saya yang dikarang-karang," tutur Dhani usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jumat (18/3).

Dhani bertambah geram dengan isi buku yang menjelek-jelekkan ibunya. "Yang paling membuat kami resah, disebutkan ibu saya menikahi ayah saya karena butuh perlindungan karena ibu saya Yahudi dan lain-lain," cerita ayah dari Al, El, dan Dul ini.
 
Dhani  menyerahkan sepenuhnya pada pihak kepolisian atas laporannya itu pada dua penulis tersebut. "Apalagi ini udah menjadi isu nasional jadi akan banyak langkah untuk itu," tandasnya.
Isna



View the Original article
Continue Reading »

Ahmad Dhani Ngaku Keturunan Yahudi

Ahmad Dhani dengan buku yang menyebut dirinya zionis (Foto: Isna)

Ahmad Dhani berharap bisa membantu pihak kepolisian  menemukan teroris yang telah memberinya hadiah bom, Selasa (15/3). Bos RCM ini berharap, pemanggilan penulis buku Fakta dan Data Yahudi Di Indonesia, polisi bisa menemukan hubungan ke teroris tersebut.
 
"Dengan dipanggilnya penulis, kemungkinan ada link ke teroris tersebut. Saya melihat sang teroris termakan fitnah karena tidak ada data-data yang konkrit dan bukti tentang keyahudian saya," ujar Dhani di Polda Metro Jaya, Jumat (18/3).
 
Mengapa Dhani menyebut isi buku tersebut tak berdasarkan data-data? "Memang jelas menyebutkan saya, bahkan ada sejarah kakek saya (yang seorang yahudi). Tapi bukan berarti penyebar paham zionisme dan lain-lain. Meskipun berdarah Yahudi tidak ada buktinya karena keyahudian tidak bisa dites dengan darah," jelasnya.
 
Dengan menempuh jalur hukum ini, Dhani berharap bisa menjelaskan semuanya. Ia tak mau lagi dijelek-jelekan dengan menyebutnya antek Yahudi. "Ya, mudah-mudahan dengan ini teroris akan menyelidiki juga apakah saya Yahudi atau tidak, atau saya zionis-zionisan atau bukan, pasti perlu dokumen-dokumennya," ujarnya.
Isna



View the Original article
Continue Reading »

Karyawan Dhani Dilarang Masuk Kantor

Ahmad Dhani (VIVAnews/Gestina Rachmawati) BERITA TERKAIT Teror Bom, Gegana Disebar di Tiap Polres Paket Berbunyi 'Klik' di PI Cemaskan Warga Dikira Bom Ternyata Sepatu, Kenapa Diledakan? Paket Sepatu si Anak Dikira Bom Kiriman Paket Sepatu Juga Gegerkan Warga Condet

VIVAnews - Ahmad Dhani menerima paket bom buku yang dikirimkan ke kantor Republik Cinta Manajemen. Kini kantor yang juga studio itu dipasangi garis polisi. Sekitar 50 karyawan yang bekerja di manajemen artis itu dilarang masuk kantor.

Larangan itu masih berlaku sampai hari ini. Mereka belum bisa melakukan aktivitas seperti biasanya.

"Belum bisa masuk padahal banyak kerjaan di dalam. Mas Dhani juga belum bisa masuk," kata salah satu karyawan Dhani, Anton saat ditemui di depan studio di Jalan Pinang Mas III, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jumat 18 Maret 2011.

Sementara itu, manajer The Virgin, Mira terlihat sibuk mondar-mandir di depan studio tersebut. Ia masih menunggu keputusan kapan diizinkan masuk ke kantor tersebut.

"Kita tunggu, kalau sampai siang belum diizinkan masuk, kita akan mengerjakan kerjaan kita di rumah Mas Dhani dulu," ungkap wanita yang rambutnya dicat warna merah ini.

Sampai saat ini, bangunan yang dijadikan kantor itu masih dipasang polisi line. Sejumlah karyawannya terlihat berkumpul di depan bangunan tersebut. (umi)

• VIVAnews

View the Original article
Continue Reading »

Ahmad Dhani Laporkan Dua Penulis ke Polda

Ahmad Dhani (VIVAnews/ Gestina Rachmawati) BERITA TERKAIT Bom Buku Mirip Bom di Daerah Konflik Bom Kota Wisata Meledak Karena Guncangan Graha SA Surabaya Diancam Diledakkan Ahmad Dhani Serahkan 2 Buku Yahudi ke Polisi Kronologi Ledakan Bom di Kota Wisata

VIVAnews - Musisi Ahmad Dhani akhirnya mendatangi Polda Metro Jaya, Jum'at 18 Maret 2011,  untuk melaporkan dua penulis buku 'Fakta Dan Data Yahudi di Indonesia' edisi Reformasi, Rizki Ridyasmara dan 'Fakta dan Data Yahudi di Indonesia' edisi lama karya Ridwan Saidi dan Rizki Ridyasmara.

Dhani menduga melalui buku-buku tersebut, mereka telah menyebarkan fitnah terhadap dirinya sehingga ia menjadi sasaran teroris.

Pentolan Dewa 19 ini datang bersama manajernya, Iwan, serta membawa lengkap dua buku yang dimaksud sekitar pukul 14.40 WIB. Tidak bersama pengacara, Dhani menyatakan sudah cukup dirinya sendiri saja yang datang.

"Karena buku ini, sang teroris jadi kemakan isu. Buku ini Full of Issue, karena buku ini berdasarkan mengarang bebas," kata Dhani saat ditemui sebelum masuk ke ruang Reskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jum'at 18 Maret 2011.

Dia menegaskan, buku tersebut adalah penyebar fitnah pertama buat dirinya. Ia perlu melaporkannya karena sudah mengganggu jiwa keluarganya.

"Mengingat ada usaha menghabisi saya melalui bom, menurut saya itu serius. Maka saya melaporkan penulis yang ada di buku ini," jelasnya lagi.

Dhani mengungkapkan tidak ada satu metode pun yang dapat membuktikan dirinya adalah Yahudi. Karena itu ia berharap penerornya segera sadar.

"Saya bukan penyebar zionisme. Mudah-mudahan dengan ini, teroris akan menyelidiki juga, apakah saya Yahudi atau tidak, atau saya Zionis atau bukan. Pastinya perlu dokumen yang valid," ujarnya.

Baca juga: Wanita Ini Sembuh dari Kanker dalam 7 Hari

• VIVAnews

View the Original article
Continue Reading »

Dhani Optimis Polisi Mampu Tangani Kasus Bom

Ahmad Dhani (VIVAnews/ Muhamad Solihin) BERITA TERKAIT Ada Logam, Paket di Rumah Hendardi Bukan Bom Paket Mencurigakan Juga Dikirim ke Hendardi Giliran Wisma BCA Serpong Diancam Bom Paket Buku DPR Bukan Bom Paket Buku di Lenteng Agung Tak Mencurigakan

VIVAnews- Musisi Ahmad Dhani optimis pihak Kepolisian mampu menangani kasus teror bom buku yang dialaminya. Apalagi, persoalan ini sudah menjadi isu nasional.

"Tadi saya lihat, tidak ada polisi yang tidur. Saya kira polisi benar-benar menangani kasus ini, karena ini sudah menjadi kasus nasional,'' katanya seusai melapor di Reskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta, Jum'at 18 Maret 2011.

Dhani berada di ruang Reskrimun Polda Metrojaya sekitar 4 jam. Ia melapor karena merasa keselamatannya sudah terancam. Menurutnya jika pembunuhan karakter ia tak terlalu menanggapi. Namun ketika ada percobaan pembuhan sesungguhnya, ia tidak bisa tinggal diam.
"Apalagi dibunuh dengan alasan yang ngawur, kecuali saya penyebar aliran sesat ya nggak masalah," urai Dhani lagi.

Seperti diketahui, Dhani melaporkan dua orang penulis buku 'Fakta dan Data Yahudi di Indonesia', Ridwan Saidi dan Rizki Ridyasmara. Menurut Dhani buku itu sebagai penyebab dirinya kena teror. Menurutnya, dua penulis itu telah menyebarkan fitnah yang tidak berdasar.

"Buku ini mengarang-ngarang sejarah keluarga saya. Apalagi mereka tidak pernah mewawancarai saya dalam pembuatan buku itu. Menurut saya itu serius, menjadikan nyawa saya terancam. Maka saya melaporkan penulis yang ada di buku ini," ujarnya.

Sementara itu, salah satu pihak terlapor, Ridwan Saidi mengungkapkan adalah hak seorang Ahmad Dhani melapor ke pihak berwajib. Ia sendiri belum mengetahui atas tuduhan apa Dhani melaporkan dirinya.

"Dia ngelaporin apa dulu. Saya aja tahu tau mau ngelaporin apa, tuduhannya apa? Itu kan buku tahun 2006, kenapa baru sekarang mau dilaporin," katanya saat dikonfirmasi melalui sambungan telpon.

Terkait dengan isi buku yang berisi tuduhan Ahmad Dhani Yahudi, Ridwan mendasarkan pada simbol-simbol yang dipakai mantan suami Miai Estianty itu dalam bermusik.

"Lihat saja dari simbol-simbol di albumnya, kan banyak. Saya nggak kenal dia, tanya aja sendiri ke orangnya," ujarnya.

• VIVAnews

View the Original article
Continue Reading »

Ahmad Dhani Tantang Teroris Teliti Ke-Yahudiannya

Ahmad Dhani Tantang Teroris Teliti Ke-Yahudiannya ShareTweet

Sabtu, 19 Maret 2011 10:16 | Tag: Kasus-Kasus Ahmad Dhani
Kapanlagi.com - Tidak hanya penulis buku, Ridwan Saidi dan Rizki Ridyasmara yang dilaporkan oleh Ahmad Dhani lantaran dinilai memfitnah lewat dua buku mereka, namun penerbitnya, Khalifa (P. Al-Kautsar Group) juga menghadapi hal yang sama.

Hal tersebut disampaikan oleh Ahmad Dhani saat melaporkan penulis buku Fakta dan Data Yahudi di Indonesia Era Reformasi dan Fakta dan Data Yahudi di Indonesia ke Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (17/3).

"Penerbitnya juga (dilaporkan), ya kemungkinan dengan dipanggilnya penulisnya, kemungkinan ada link ke teroris tersebut, dan saya berharap sang teroris bahwa mereka termakan fitnah, karena tidak ada data-data yang konkrit dan bukti tentang ke-Yahudian saya," tegas Ahmad Dhani.

Di dalam buku, menurut Dhani dengan jelas menyebut nama dirinya, bahkan seolah valid meruntut ke leluhurnya. Mantan suami Maia ini juga tidak membantah kemungkinan itu, namun menolak dan tidak pernah menyebarkan paham Zionisme.

"Ini jelas menyebutkan saya, bahkan ada sejarah kakek saya. Tapi bukan berarti penyebar paham Zionisme dan lain-lain. Meskipun berdarah Yahudi tidak ada buktinya, karena ke-Yahudian tidak bisa dites dengan darah," ungkapnya.

Dhani sendiri dalam laporannya tidak menggunakan kuasa hukum, karena dirasanya masalah ini masih bisa ditangani sendiri. Harapannya dari laporan ini, para teroris juga tertantang melakukan penelitian soal kebenaran dirinya sebagai agen Yahudi.

"Saya sendiri juga cukup kok. Ya mudah-mudah dengan ini teroris akan menyelidiki juga apakah saya Yahudi atau tidak, atau saya zionis-zionis atau bukan, pasti perlu dokumen-dokumennya," ungkap Dhani yang mengaku menyimpan kekhawatiran ancaman dalam bentuk lain.

"Khawatir pasti. Anak-anak mau saya ungsikan ke rumah ibunya, tapi nggak mau," pungkasnya.� (kpl/hen/dar)

View the Original article

Continue Reading »

Ridwan Saidi: Banyak Simbol Yahudi di Album Dhani

Ridwan Saidi: Banyak Simbol Yahudi di Album Dhani ShareTweet

Sabtu, 19 Maret 2011 10:43 | Tag: Kasus-Kasus Ahmad Dhani
Kapanlagi.com - Penulis senior Ridwan Saidi tenang dan terkesan cuek saat mendengar dirinya dilaporkan oleh musisi Ahmad Dhani atas dua bukunya yang dianggap memfitnah.

"Iya, ya biarin ajah. Itu kan hak dia," ungkap Ridwan Saidi saat dihubungi lewat telepon, Jumat (18/03/2011).

Pria keturunan Betawi ini pun belum mengetahui detail laporan Ahmad Dhani. Sehingga jika datang panggilan dari polisi, tentu akan melihat dulu konteks laporan tersebut terhadap dirinya.

"Ya dia ngelaporin apa dulu. Gue saja kagak tahu mau ngelaporin apa, tuduhannya apa? Itu kan buku 2006, kenapa baru sekarang mau dilaporin," ungkapnya.

Ridwan juga menolak menjawab saat ditanya isi buku yang dijadikan barang bukti laporan. Sementara soal tuduhan Dhani sebagai agen Yahudi dilihatnya dari simbol-simbol yang digunakan pria dua anak itu.

"Ya lu lihat aja bukunya. Ya kan ada di albumnya. Simbol-simbol di albumnya kan banyak," tegasnya.

Meski menulis tentang kaitan Dhani dan Yahudi, namun pria yang keseluruhan rambutnya hampir memutih itu mengaku tidak mengenal Dhani.

"Ya gue kagak kenal dia. Lu tanya saja sama dia langsung. Gue kan cuma kasih tahu dari albumnya, dari simbol-simbol di album dia," tegasnya.

Ahmad Dhani melaporkan penulis buku, Ridwan Saidi dan Rizki Ridyasmara yang dinilai menyebarkan fitnah lewat dua buku mereka, Fakta dan Data Yahudi di Indonesia Era Reformasi dan Fakta dan Data Yahudi di Indonesia, ke Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (17/3). Dua penulis tersebut dinilai mengarang indah, sehingga teroris terprovokasi mengirimkan bom kepada dirinya dan keluarganya.�� (kpl/hen/dar)

View the Original article

Continue Reading »